Kesalingan


Siapa yang tak mendamba kesalingan?
Memberi ruang dalam diri, meski terasa sempit,
Mengizinkan yang lain mengisi kekosongan,
Tapi, bisakah itu terjadi tanpa membunuh keakuan sendiri?

Menyedihkan, bukan?

Mengapa harus mengorbankan diri demi kesalingan?
Mengapa untuk berbagi, selalu ada yang harus pergi?
Mengapa bahagia harus mengurangi ceria?
Mengapa ceria yang berlebihan berujung luka?
Dan mengapa, setelah semua pahit dilalui,
bahagia tak juga terbit?

Katanya, hidup adalah tentang memilih.

Tapi, bukankah ada ruang bagi yang tak ingin memilih?
Bukankah bahagia dan duka bisa melebur,
tanpa perlu berpihak pada salah satunya?

Mungkin, kesalingan ada pada mereka
yang tak memilih di antara keduanya.
Yang rela menghilangkan dirinya
agar dua dunia bisa tetap berdampingan.

Ataukah memang… begitu adanya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar