Harap Tak Bertuan

Ada sesuatu yang terus tumbuhdi reruntuhan musim gugur, 

seperti rumput yang tak tahu cara menyerah, 

ia menegakkan diri meski angin tak lagi punya arah.

aku pernah menanam doa

di tanah yang kering oleh waktu,

dan setiap malam, bintang jatuh ke jantungku,

membakar sepi jadi bara yang samar-samar menyala.

pengharapan, barangkali adalah nama lain dari luka yang tak ingin mati.

ia menjelma hujan di tengah kemarau panjang,

mengetuk atap hati yang retak,

dengan pelan berkata masih ada yang bisa tumbuh di sini.

Aku berhenti menghitung hari,

sebab setiap hari adalah tepi

bersinggah antara yang pernah dan yang ingin.

tapi entah kenapa, langkah itu tetap mencari,

seolah waktu sendiri adalah janji yang belum ditepati.

maka biarlah aku menunggu, tidak untuk yang pasti,

tapi untuk keindahan dari menunggu itu sendiri.

karena di setiap jeda yang tak selesai,

ada ruang paling dalam

yang belajar bertahan, meski tanpa kabar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar